Yayasan Santrendelik Kampung Tobat
Jl. Kalialang Lama IX no.44 Kel. Sukorejo Kec.Gunung Pati
Semarang Jawa Tengah
024 - 86457472

Bank Kambing Santrendelik


Dahlan Iskan, Mantan Menteri BUMN, Pemilik Jawapos Group, 3 bulan yang lalu meresmikan Bank Kambing Santrendelik (BKS). Sejarah itu menjadi catatan sebuah lompatan kuantum bagi para Pengurus Yayasan Santrendelik. Kehadiran Dahlan Iskan ternyata berpengaruh sangat kuat. Yang tadinya BKS hanya sebuah embrio dalam proposal. Kini mulai banyak dilirik orang ataupun lembaga Sosial sebagai tempat untuk menyalurkan sedekah.

Sekarang, 3 bulan dari kedatangan Dahlan Iskan. Efek viral dari komunitas ke komunitas sangat luar biasa. Beberapa tokoh Semarang ataupun Jawa Tengah banyak yang meng”endorse” agar dana CSR ataupun Zakat Malnya supaya di kelola di BKS ini. Dan angka “maya” nya pun sangat fantastis.

Bank Kambing Santrendelik, BKS.
BKS merupakan program pendanaan unggulan Santrendelik. Program sedekah produktif ini akan menjadi salah satu ikon unik Santrendelik. BKS bukan program investasi yang akan dikembalikan dananya kepada nasabah. Nama Bank Kambing di ambil sebagai bahasa marketing yang akan mengelola Sumbangan sedekah yang akan di putar dalam bentuk BKS.

Tidak menutup kemungkinan BKS akan menjadi lembaga komersil yang terpisah dari Santrendelik. BKS akan menjadi salah satu mesin uang yang keuntungannya dipergunakan untuk membiayai biaya operasional maupun pembangunan Pondok Pesantren Kontemporer Pertama di Indonesia. Santrendelik.

Sekilas Santrendelik
Santrendelik sendiri merupakan Pesantren unik modern. Santrendelik mempunyai Positioning mengambil pasar Kaum muda dan kaum Islam Abangan, yang jauh dari kata “Alim”. Sampai saat ini belum ada lembaga dakwah yang secara serius menggarap ceruk ini. Santrendelik secara berbeda menyampaikan misi dakwah dalam konsep fun, cerdas dan mengajak berfikir ala Standup Commedy.

BKS dirancang untuk menjadi sebuah Industri Penggemukan Kambing. Namanya Industri tentu berskala besar. Tentu dibutuhkan sistem yang terpadu. Tentu dibutuhkan orang-orang yang berkompeten didalamnya. Tentu dibutuhkan sistem IT yang mampu menterjemahkan konsep SOP BKS.

Alhamdulillah! Sistem IT sudah dalam taraf uji coba. Semua Nasabah Bank Kambing akan bisa melihat akun banknya. Sistem BKS mampu mendeteksi Sampai dimanakah “Investasi” Kambingnya. Berapa berat badan kambing nasabah. Berapa nilainya perkilogram hidup.

Memaksimalkan Konsep berdagang ala Syar’i
BKS sebenarnya merupakan penjelmaan bisnis konvensional tertua di Bumi ini. Beternak kambing. BKS membuat bisnis ini menjadi modern. Massal. Terkontrol.

Kalau dulu mencari makan kambing dengan cara mengambil rumput dan dahan pohon di ladang. Baik ladang sendiri maupun ladang orang. Yang sebenarnyaladang orang lain itu sudah mengambil Hak orang lain. Sekarang BKS memiliki konsep pakan yang dibudidayakan yang tidak tergantung dengan musim ataupun ladang orang lain.

Kalau dulu orang melakukan jual beli berdasarkan perkiraan. Yang tentu akan muncul subjektifitas dalam menentukan harga. BKS akan mencoba merevolusi perdagangan kambing dengan penetapan harga berdasarkan BERAT HIDUP. Ini lebih syar’i.

Kebutuhan Tenaga Ahli, Peluang Binis dan Jaringan Bisnis.
Sistem Industri BKS ini akan mampu membuat cluster-cluster kandang di banyak lokasi. Kebutuhan akan tenaga ahli dalam mengelola penggemukan menjadi hal utama. Dokter hewan, ahli peternakan sangat dibutuhkan dalam BKS. Rasio Efisiensi pakan dengan kenaikan berat badan kambing tentu membutuhkan data-data empiris yang bisa dipertanggungjawabkan.

Muncul BKS ini tentu mempunyai mulitplier efek dari sisi bisnis. BKS tentu membutuhkan mitra pensuplai kambing dengan kualitas yang sudah ditentukan oleh BKS. Tentu dibutuhkan mitra peternak kambing yang spesialnya adalah menjual bibit kambing.

Bagaimana dengan pemasaran. Saat ini sudah ada beberapa lembaga dakwah yang sudah melakukan pemesanan kambing untuk kebutuhan Idul Adha. Dan beberapa Pemilik bisnis Aqiqah yang siap menampung Bank Kambing Santrendelik dalam jumlah berapapun. Masih ada para pedagana sate Kambing yang kemungkinan besar bisa menjadi market BKS.

Selain sebagai sarana untuk Sedekah Produktif. BKS kedepan akan menerima kerjasama bisnis yang saling menguntungkan antara pemodal dengan BKS. Berinvestasi di Bisnis kambing jika dikelola dengan benar, Rasio keuntungan sangat tinggi. Bahkan melebihi emas ataupun properti.

Dan yang paling penting kehadiran BKS tentu akan menjadi sebuah trend baru bahwa “Setiap orang bisa membuat pesantren, seperti Santrendelik, beserta Mesin Uangnya”. Dan kambingpun bisa Narsis dimana-mana.